Santri Husnayain Napaki Sejarah Monumen Pancasila Sakti

Jakarta – Setelah lepas ujian, para santri Pesantren Tahfizh Husnayain memiliki masa tenggang sebelum datangnya liburan akhir tahun. Ya, tepat pada hari Rabu kemarin (16/4) seluruh santri Pesantren Tahfizh Husnayain Jakarta mengadakan rihlah tarbawiyah (Study tour) ke Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Monumen tersebut menjadi saksi bisu atas kekejaman PKI yang mana telah menculik 6 Jendral dan 1 perwira TNI pada masa itu untuk mengakui adanya dewan jendral pada 30 September 1965 yang diperingati sebagai hari G30S/PKI. Atas berkat kuasa Allah, rencana PKI yang ingin mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan yang sah dan akan mengubah Ideologi Pancasila menjadi Ideologi Komunis, gagal total melalui para pejuang yang masih loyal terhadap negara.

Dalam rihlah tersebut, turut serta para siswa akhir Pesantren Husnayain Sukabumi berjumlah 11 orang untuk mengisi agenda mereka dalam agenda Sepekan Bersama Kiyai (SBK) yang wajib diikuti oleh seluruh siswa akhir sebagai pembekalan mereke sebelum kelulusan.

Awangga Muhammad Abdurrahman

Kelahiran Batavia, tahun '97. Merupakan Alumni Pondok Modern Gontor (2017). Gemar menulis.

You May Also Like

One thought on “Santri Husnayain Napaki Sejarah Monumen Pancasila Sakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *