PROSPEKTIF PENDIDIKAN

[dt_fancy_title title=”Prospektif Pendidikan” title_align=”left” title_size=”h2″ title_color=”accent” separator_style=”disabled”]

Sistem pendidikan di pondok sangat berbeda jauh sekali dengan sistem pendidikan yang biasa di laksanakan di sekolah-sekolah yang ada. Perbedaan yang paling terlihat jelas adalah durasi pendidikan. Di pesantren, pendidikan berlangsung selama 24 (dua puluh empat) jam, sementara di luar hanya berkisar 6-10 jam. Maka setiap detik dan menit yang dilalui seorang santri di pesantren adalah pendidikan. Sejak mereka mulai bangun hingga tidur kembali, santri mengalami proses pendidikan. Disinilah kemandirian dan rasa sosial santri di bangun.

Di samping itu, di Pesantren Husnayain, santri diberikan pendidikan kepemimpinan. Motto yang sering di dengungkan kepada santri adalah SIAP MEMIMPIN DAN DI PIMPIN. Dari kelas 1 hingga kelas 3, santri akan berada pada posisi di pimpin. Begitu mereka menginjak kelas empat, mereka akan di berikan amanah untuk menjadi ketua kamar memimpin adik kelasnya. Masuk kelas Lima mereka akan di angkat menjadi Pengurus Organisasi Pelajar yang bertanggung jawab melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler di pesantren. Dengan sistem pendidikan seperti ini, Pesantren berharap, para alumni Husnayain kelak dapat menjadi pemimpin di tengah masyarakat.

Para santri Husnayain juga aktif mengikuti pertandigan dan perlombaan yang di laksanakan di luar pondok. Dalam event-event tertentu mereka berhasil menjadi juara. Seperti Juara Lomba Pidato Bahasa Inggris, Telling Story bahasa Arab, Cerdas Cermat Bahasa Arab, Pidato bahasa Arab dan Inggirs, serta kepramukaan.

Dari sisi akademik, santri Husnayain juga menunjukkan prestasi yang bisa di acungi jempol. Tahun 2014, dua santri Husnayain termasuk yang lulus tes untuk masuk Universitas al-Azhar (meski yang bersangkutan mengundurkan diri disebabkan faktor keluarga). Tahun ajaran 2013/2014 sebelumnya, dua santriah Husnayain memperoleh beasiswa di Dirasat Islamiyyah Universitas Islam Negeri Jakarta. Tahun ajaran 2014/2015 kemarin, seorang santriah Husnayain kembali mendapatkan beasiswa di UIN Jakarta. Ada juga alumninya yang memperoleh beasiswa di perguruan Tinggi swasta seperti LIPIA, Ma’had Utsman bin Affan Jakarta, dan lain-lain.